Home News Berita Terkini Cara Bank Muamalat Kembali Perkenalkan Produk Keuangan

Cara Bank Muamalat Kembali Perkenalkan Produk Keuangan

4
0
SHARE

Liputan6.com, Jakarta Memasuki tahun baru Islam 1440 Hijriah, Bank Muamalat mengeluarkan Program Ayohijrah. Program ini sebuah kampanye yang diwujudkan dalam rebranding seluruh produk Bank Muamalat.

Direktur Utama Bank Muamalat, Achmad Kusna Permana mengatakan, program Ayohijrah merupakan salah satu upaya perusahaan untuk meningkatkan pelayanan terhadap nasabah. Bank Muamalat ingin menjadi salah satu perbankan fasilitator bagi nasabah yang ingin memperbaiki sistem finansialnya.

"Kami ingin meluruskan niat, kami menyatukan bahwa kehadiran Bank Muamalat bukan hanya sekedar kehadiran perbankan biasa. Kami ingin menjadikan Bank Muamalat menjadi fasilitator untuk siapapun yang ingin berhijrah di bidang finansial," ujarnya di Muamalat Tower, Jakarta, Senin (8/10/2018).

Adapun beberapa produk baru yang diperbaharui dan diluncurkan hari ini di antaranya Tabungan iB Hijrah, Tabungan iB Hijrah Haji, Tabungan iB Hijrah Rencana, Tabungan iB Hijrah Prima, Tabungan iB Hijrah Prima Berhadiah, Deposito iB Hijrah dan Biro iB Hijrah.

"Kami ingin melengkapi siapa pun yang boleh berhijrah dengan menghijrahkan kepada sisi muamalat. Salah satunya dari sisi financial. Dan kami ingin hadir disana melengkapi siapapun yang mau hadir disana. Kemudian kami juga ingin menampilkan untuk mereka untuk yang sedang menyempurnakan hijrah mereka," jelas Kusna.

Kusna mengajak semua kaum muslim yang belum memiliki dan belum tergabung dalam perbankan syariah agar manfaatkan program yang dicetuskan oleh Bank Muamalat. "Jadi, ayohijrah yang kami kampanyekan sesungguhnya adalah ingin mengajak semua muslim menuju hal yang lebih baik," jelasnya.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

* Update Terkini Asian Para Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru di Sini.

Ilham Habibie dan Arifin Panigoro Cs Siap Suntik Dana ke Bank Muamalat

Komisaris Utama Bank Muamalat Ilham Habibie. (Liputan6.com/JohanTallo)

Permodalan PT Bank Muamalat Tbk akan bertambah. Sebuah konsorsium berencana menyuntikkan sejumlah dana untuk memperkuat modal perbankan syariah tersebut.

Baca Jugas  Mahfud MD ke Romahurmuziy: Jangan Main-Main dengan Saya

Komisaris Utama Bank Muamalat Ilham Habibie diketahui memimpin konsorsium investor yang terdiri dari dirinya sendiri, Arifin Panigoro, Lynx Asia dan SSG Capital.

“Bank Muamalat sebagai bank pertama murni syariah yang memiliki nilai historis dan emosional bagi umat Islam di seluruh Indonesia, oleh karena itu, kami berkomitmen untuk mempertahankan keberadaannya," jelas Ilham Habibie, Rabu (3/10/2018).

Ilham Habibie mengungkapkan jika konsorsium akan melakukan serangkaian penguatan dimana salah satunya penyuntikan dana segar melalui langkah right issue.

Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K Permana turut memberikan responnya. "Dengan adanya kepastian konsorsium investor yang telah masuk tentunya akan sangat membantu penguatan Bank Muamalat saat ini dan rencana bisnis kedepannya," jelas dia.

Dia pun mengaku yakin jika dengan kehadiran Ilham Habibie yang memimpin konsorsium investor akan memberikan keyakinan kepada para nasabah dan pemangku kepentingan Bank Muamalat.

Sebagai bagian dari rencana penguatan Bank Muamalat, pada 11 Oktober 2018 akan dilakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan salah satu agendanya adalah right issue.

“Ke depannya, perseroan optimis bahwa permodalan Bank Muamalat akan semakin kuat dan stabil, sehingga upaya perseroan untuk melakukan ekspansi pembiayaan dapat berjalan dengan baik,” tutup Permana.

Sementara itu, Juru Bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sekar Putih Djarot sebelumnya menyatakan siapapun boleh menjadi investor Bank Muamalat sepanjang kredibel dan memiki fresh money. Ini menanggapi kabar terkait dengan rencana masuknya investor dalam rangka penambahan modal Bank Muamalat.

Hal lain, dia menambahkan, investor tersebut harus menempatkan sejumlah uang dalam escrow account di Bank Muamalat sesuai kesepakatan dengan otoritas. Terakhir bank harus segera melakukan RUPS untuk menetapkan investor tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here